20 November 2015

[CHAPTER] School Love Story Pt.2

Author    : Jkjeoon
Title       : School Love Story
Genre     : Romance, School
Rated     : PG-17
Lenght    : Chapter
Cast       :
·         Min Yoongi
·         Lee Hyunjie [OC]
·         Jeon Jungkook
·         Seo Haeun [OC]
·         Kim Taehyung
·         Kim Hyerim [OC]
·         Kim Seokjin
·         Han Yiseul [OC]
·         Park Jimin
·         Choi Haneul [OC]
·         Jung Hoseok
·         Park Minhwa [OC]
·         Kim Namjoon
·         Song Yoonhee [OC]


^^***___***^^

Chapter 2


BRUKK~

“Sunbae! Jeongmal mianhamnida aku benar-benar tak sengaja. Maafkan aku.” Ucap seorang gadis lalu berdiri dan beberapa kali membungkuk.
Semua orang yang berada dilorong kelas 3 ini memusatkan perhatiannya kearah mereka.

“Oh My Good! Gadis itu pasti sedang sial.”

“Lihat! Yoongi sunbae pasti akan marah”

“Ah anak ini”

“Ya Tuhan Hyunjie sedang apa kau disana”

Itulah pikir mereka yang menyaksikan kejadian pagi ini.

“Ada apa ada apa?” Jimin menerobos kerumunan yang entah sejak kapan mereka buat. Dengan wajah polosnya dia tersenyum kearah Yoongi. Detik berikutnya ia berjalan mundur setelah mendapatkan deathglare dari kapten-nya itu.


“Kau! Untuk apa menghampiri mereka hah?” bisik Haneul pada Ji Min.

“Ya ampun Haneuri kau barusan berbicara padaku? Ashaaaa~!” Teriak orang bodoh ini lagi membuat Yoongi yang sedang menatap wanita ceroboh didepannya sedikit mengalihkan pandangannya.

“Kau ikut aku!” Ha Na menyeret kekasih bodohnya itu keluar dari kerumunan siswa-siswi yang kebanyakan kelas 3.

“Sunbae!” Lirih Hyunjie tanpa berani menatap mata sipit Yoongi yang menatapnya tajam seakan mau memakannya.

“Ikut aku!” ucap Yoongi seraya menyeret tangan kanan Hyunjie dengan kasar, kini kerumunan itu terpecah memberikan jalan untuk mereka berdua.

“Sunbae! Maafkan aku, kita mau kemana ini sudah waktunya masuk kelas.” Dengan takut Hyunjie bersuara.

“Masuklah!” titah Yoongi. Menit berikutnya mereka berdua sudah meninggalkan area sekolah menggunakan mobil berwarna putih milik Yoongi.



####



“Min Yoongi!” absen Hwang seongsaengnim

“Ah,,,,dia,,,,emmmm,,,,Yoongi”ucap Yiseuldengan sangat ragu-ragu

“Dia sedang sakit saem.” Timpal Seokjin.

“Benarkah? Kalau begitu pulang sekolah kau harus menengoknya! Sebentar lagi kalian akan mengukuti ujian sekolah, Aku harap kalian bisa menjaga kesehatan dengan baik arasseo?” titah Hwang seongsaem.

“Nde saem.” Jawab Seokjin, Minhwa dan Yiseul bersamaan.
Disisi lain Yang seongsaengnim malah kebingungan mendengar jawaban berbeda perihal kehadiran Hyunjie dari teman-temannya.

“Dia mungkin sedang sakit saem” ucap Haeun yakin

“Tadi pagi aku melihatnya digerbang, jadi pasti dia sedang bolos.” Hoseok yang memang punya dendam dengan Hyunjie dan Haeun mengatakan apa yang dia lihat tadi pagi.

Drtttt----
From : Yoongi Hyung

Jika seongsaem menanyakan Hyunjie bilang saja dia sakit, tadi pagi ibunya meneleponmu. Kau ketua kelaskan! Aku percaya padamu.

“Ah saem tadi pagi ibunya menelpon, Hyunjie memang sedang demam.” Ucap Namjoon tiba-tiba. Haeun menghela nafas lega sedangkan Hoseok mendengus kesal.

“Geurae? Baiklah sekarang buka buku catatan kalian!” titah Yang seongsaem.

######

Dongdemun Apartment Center

“Oppa! Kang Joon oppa!” tebak Hyunjie saat berpapasan didalam lift. Dia sebenarnya tidak tahu kenapa Yoongi membawanya ke Apartment.

“Ah Hyunjie-ssi lama tak bertemu!” ucap Kang Joon.

“Apa kau yang memberitahu Haeun aku ada dikorea?”

”Keugae mian, aku tak tahu alasanmu tak pulang kerumah. Keundae oppa setidaknya kau harus memberitahu bibi Seo jika kau di Korea.” Saran HyunJie

“Lalu kenapa kau bolos sekolah?”

“Itu,,, aku ,,,, “ ucap Hyunjieterpotong-potong

“Kajja!” Yoongi kembali menyeret tangan Hyunjie saat pintu lift terbuka.

“Ah dia bersama  kekasihnya.” Pikir Kang Joon

“Sunbae kenapa mengajakku kemari?” tanya Hyunjie

“Diamlah kau terlalu banyak berbicara!” titah Yoongi yang sedang memasukkan beberapa digit passwordapartmentnya. [000000]

“Ayo masuk!”

Hyunjie dengan terpaksa masuk kedalam Apartment yang dia sendiri tak yakin milik siapa. Kesan pertama saat memasuki ruangan ini ‘Mewah’ , rapi dan dia suka dengan dekorasi juga warnacatnya’. Hyunjie terus mengikuti Yoongi dan tanpa ia sadari mereka berada disebuah kamar, kamar milik 
Yoongi.

“Kau mengikutiku sampai  kamarku?” tanya Yoongi.

“Ah sunbae aku tak bermaksud” gelagap Hyunjie. Yoongi menyunggingkan senyuman khasnya.

“Balikkan badanmu?” Titahnya. HyunJie malah diam tak bergeming.

“Kau ingin melihatku berganti pakaian?” tanya Yoongi. Hyunjie menggeleng dengan cepat lalu berbalik badan.


#####


“Haneuri- gamawo!” ucap Jimindengan nada riang tak seperti kemarin.

“Untuk apa?” tanya si cantik kebanggaan ayahnya Choi Si Won.

“Terima kasih sudah mau berbicara denganku lagi. Terima kasih sudah mau menjadi kekasihku. Terima kasih Haneuri sepertinya aku semakin mencintaimu saja.”

“Jangan menggombal. Sebenarnya aku juga tak tahan jika tidak berbicara denganmu Jiminie.” Jujur Haneul.

“Ehem,, Kalian jika mau pacaran jangan didepanku.  Pergi sana cari meja yang lain!” usir Tae Hyung.

“Omo uri Tae Hyungie kau cemburu? Makannya cepat-cepat beritahu Hyerim jika kau menyukainya!” ledek Jiminditampah tawa puasnya.

“Jiminbenar, kau lihat diahanya makan berdua bersama Jungkook. Kau yakin bocah itu tak memiliki perasaan apapun pada Hyerim? Bukannya tidak ada persahabatan antara wanita dan pria”tanya Hyerim.

“ah mattha aku belum bertanya padanya.” Taehyung berdiri membawa nampan makanannya menuju meja Hye Rem dan Jungkook.

“Hyerim boleh aku duduk disini? Aku tak tahan duduk dengan orang yang pacaran. Kau lihat?” tunjuk Tae Hyun pada Jimindan Haneul yang saling menyuapi satu sama lain.

“Duduklah hyung aku juga harus segera ke ruang guru. Nuna aku duluanya!” Ucap Jungkook lalu meninggalkan Taehyung dan Hyerim berdua.


#####


Dengan cemas Haeun mondar-mandir dilorong dekat perpustakaan. Dia benar-benar mencemaskan HyunJie, ‘bagaimana jika sesuatu terjadi padanya? Yoongi sunbae juga dikenal pemarah’ pikirnya. Dia berusaha menghubungi  Hyunjie namun tak ada jawaban sama sekali. Alhasil sekarang dia memaki-maki ponselnya sendiri seperti orang yang tidak waras.

“Ya Tuhan Lee Hyunjie apa yangsedang kau lakukan hah! Mengangkat telepon saja tidak bi...”

“Aw apphayo“ rintihnya setelah kepalanya membentur tumpukan buku yang dibawa seseorang.  Dia Jeon Jungkookanak kelas 1-2.

“Oh maafkan aku, tumpukkan bukunya terlalu tinggi jadi aku tak bisa melihatmu.” Sesal Jungkook.

“Ah tidak aku yang salah. Kau tidak perlu meminta maaf begitu, sini aku bantu.” Tanpa persetujuan Jungkook gadis cerewet ini membawa beberapa buku ditangan Jungkook. Setelah itu JungKook baru bisa melihat wajah orang yang menabrak buku yang dibawanya denganjelas. ‘Cantik’ pikirnya.

“Tidak usah aku bisa membawanya sendiri.” Ucap Jungkook tak enak.

“Tidak usah sungkan. Lagian aku sedang tidak ada kerjaan, oh iya buku ini mau dikemanakan?” tanya Haeun

“Kelas 1-2”

“Kau kelas pertama? Oh iya namaku Seo Haeun kelas 2-2, kau?”

“Jeon Jungkook imnida. Maaf sunbae merepotkanmu.”

“Tidak apa-apa.” Haeun tersenyum. J ung Kook lalu membalas senyumannya dengan kikuk.

Sepanjang perjalanan Haeun takberhenti berbicara entah itu mengenai sekolah, guru, bahkan penjaga gerbang sekolahpun  ia bicarakan. Sedangkan Jungkook hanya menjadi pendengar yang baik. Dia hanya tersenyum melihat wanita yang baru dikenalnya itu berbicara. Dan dia sadar baru kali ini dia merasa nyaman bersama seorang wanita selain Hyerim nuna. Dengan cepat si bungsu ini menggelengkan kepalanya.

“Terima kasih nuna. Aku boleh memanggilmu nuna kan?” tanya Jungkook.

“Keureom aku tidak masalah. Sampai jumpa lagi Jungkook-ssi.” Haeun melambaikan tangannya menjauh dari pandangan si bungsu satu ini.



#####



“Nuna! Ini untukmu.”  Hoseok menyerahkan sebuah kotak berukurang sedang dengan pita berwarna hijau.

“Untukku?” Hoseok mengangguk “Gomawoyo Hoseok-ah.”  Lanjutnya.

“Keundae wae?”  tanya Minhwa

“Buka saja! Nuna bagaimanapun aku akan menunggumu. Aku harus pergi sekarang” Hoseok berlari meninggalkan Minhwa yang masih tidak mengerti ucapan anak tadi.

“Menunggu? Apa sih maksud bocahhyper itu? Dia bertanya pada dirinya sendiri.
Perlahan Minhwa mulai membuka kotak yang tadi diberikan Hoseok. Detik berikutnya dia tersenyum sendiri.

“Bagaimana bisa?” tanyannya.

“Hanya Yoongi yang tahu aku suka Kwon Jiyong.” Ucapnya lagi.

“Hwa-ya!!” Yiseultersenyum melihat sahabatnya itu.

“Kau mengagetkanku.”

“Sengaja. Oh iya kau sedang apa?Ige mwoeyo?” tanya Yi Seul. Tak biasanya gadis berisik itu lebih cerewet darinya.

“Ah ige tadi Hoseok memberikannya padaku. Yiseul-ah apa Yoongi dekat dengan Hoseok?” tanya Minhwa balik.

“Tentu saja! Dia salah satu anak basket. Dan semua anggota tim basket pasti dekat dengan kapten-nya Park Minhwa.”

“Pantas!”

“Waeyo?”

“Dia memberiku tiket konser Jiyong oppa!”

“Mwo? Jinja Jinja? Sesange. Daebak!”  Yi  Seul beberapa kali menepuk tangannya.

“Apa aku harus datang?” Minhwa bertanya lagi.

“Tidak! Kau berikan saja tiket itu padaku dan aku akan menonton bersama Seokjin.”

“Kau gila?”

“Kenapa masih bertanya? Dia baik tahu apapun yang kau suka, sepertinya di serius padamu.”

“Nan molla.”


#####


“Hyerim-ssi kau sangat dekat ya dengan Jungkook.”

“Kami sudah lama berteman jadi tidak heran jika sangat dekat. Memangnya kenapa? Kau dan Jimin juga sangat dekat kan?”

“Keugae anira! Aku dan Jimin tidak sedekat yang kau kira. Aku masih normal kok aku masih menyukai seorang wanita.” Sangkal Taehyung dengan gaya kocaknya. Hyerim tersenyum.

“Aku hanya bercanda. Aku tahu maksudmu, Jungkook sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Dia juga  dua tahun lebih muda dariku.”

“Dua tahun?”

“Dia masuk sekalah dibawah umur dan saat sekolah menengah mengambil jalur akselerasi.”

“Tapi kenapa sekarang prestasinya tidak terlalu menonjol?”

“Dia tak ingin paman dan bibi Jeon menyuruhnya mengembil akselerasi lagi.” 

“Oh! Lalu kau suka menonton tidak?” Ya Tuhan orang ini.

“Ah tebakkan ku benar. Kaubertanya tentang Jungkook pasti ada motif-nya.”

“Anio aku benar-benar tidak tahu jika dia dua tahun lebih muda dariku. Aku hanya ingin berteman dengannya saja kok!”

“Jadi denganku kau tak mau berteman?” tanya Hyerim.

“Itu bukan begitu aku ...... “ucap Taehyung dengan gelagapan.

“Nuna! Aku akan mengambil jalur akselerasi lagi!” dengan  tiba-tiba Jungkook datang dan membuat Hyerim dan Taehyung kaget.

“Lagi? bukankah kau tak mau?”tanya Hyerim.

“Aku berubah pikiran. Pokoknya aku akan mengambil jalur akselerasi itu.” Tegas Jungkook

“Kau yakin?” Taehyung memastikan.

“Aku sangat yakin.” Ucap JungKook. ‘Nuna! Haeun nuna tunggu aku!’ tambahnya dalam hati.


######


Dongdaemun Apartment Center


“Sunbae ini sudah lewat jam istirahat pertama.”

“Aku tahu. Tenang saja Namjoon sudah bilang kau sakit jadi kau nikmati saja!”

“Nikmati apanya? Sunbae kausudah gila ya! Membawa anak orang membolos sekolah ke Apartmenmu.”

“Apa kau bilang?”

“Anio! Lanjutkan saja permainanmu aku akan diam.”

“Geurae kau seharusnya juga diam dari tadi.”

“Iya baiklah aku akan diam jadi cepat selesaikan permainanmu itu  aku mau pulang. Atau kau antarkan aku saja keApartment Kang Joon oppa.”

“Tidak! Aku yang akan oh shit game over.” Racau Yoongi saat permainannya berakhir. Dia membanting stik PS-nya lalu berjalan kearah dapur, dan mengambil dua buah kaleng minuman bersoda dari lemari es-nya.

“Minumlah! Aku akan ganti pakaian dulu!” suga menyodorkan salah satu minumannya pada Hyunjie.

“Ne gomawo sunbae.”

‘Apa dia gila? Padahal dilokernya pasti ada baju ganti, kenapa dia membawaku ke apartement-nya hanya untuk berganti pakaian saja? menyuruhku menunggunya bermain game selama lebih dari dua jam  dan membuatku bolos sekolah. Ya Tuhan mudah-mudahan hanya ada satu  Min Yoongi di dunia ini.’ Maki Hyunjie dalam hati.

“Kajja!” suara Yoongi keluar dari kamarnya. Hyunjie mengekor di belakang si kapten basket sekolahnya ini.


######


“Song Yoonhee! Aku menyukaimu.”Ucap Namjoon dengan lantang. Apalagi ditambah efek ruang aula yang membuat suara kecil saja menggema.

“Sunbae! Jin- Jinjayo? ”

“Aku serius! Kau tahu aku kan?Aku tak bisa bersikap romantis, ini caraku kuharap kau mau menerimaku apaadanya.”

“Tapi sunbae” Yoonhee masihbingung, tadi sebelum Namjoon bicara dia sedang menerima telepon dari oppanya Song Joongki.

“Yoonhee-ya geu saram nuguya?”Tanya Joongki diseberang sana.

“Oppa itu Namjoon sunbae.”

“Bilang padanya temui aku saat pulang  didepan gerbang sekolah kalian!”

PIP

“Oppa changkammanyeo!”

“Kau sedang berbicara dengan siapa?” tanya Namjoon

“Joongki oppa. Dia bilang ingin bertemu denganmu nanti pulang sekolah.”

“Begitu? Baiklah aku akan menemuinya. Haruskah kita pergi menemuinya bersama?” goda Namjoon

“Kau mau mati sunbae?”


#####


“Minhwa! Kau tahu dimana Yiseulsekarang?” tanya Seokjin cemas.

“Tidak! Tadi sih dia bersamaku. Sekarang aku tak tahu dia dimana. Ada apa? Kalian bertengkar?”

“Tadi dia tak sengaja membaca pesan dari sepupuku Hyeo Jeong dia kira aku selingkuh. Ya Tuhan apa yang harusaku lakukan sekarang?”

Disisi lain Yiseul sedang menangis di atap sekolah.


#####


“Sunbae ini bukan arah kerumahku!”

“Diamlah! Kau ingin mati? Jangan mengangguku saat menyetir!” Yoongi masih fokus menyetir.

“Tapi kita mau kemana?”

“Kau akan tahu. Sekarang yang harus kau lakukan hanyalah diam Araseo?”

To Be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Thanks For Visiting :)

Thanks For Visiting :)
From BTS