22 November 2015

[CHAPTER] Another Lover Pt.3

Author             : Lee Hyun Jie
Tittle                : Another Love
Genre              : School Life, Friendship, Family
Rated               : PG-17
Length             : Chapter
Cast                 :
·         Lee Hyunjie [OC]
·         Min Yoongi
·         Kim Taehyung
·         Park Minhwa [OC]
·         Kim Seokjin
·         Seo Haeun [OC]




“Saat semua mata tertuju padamu”


Bias-bias cahaya yang masuk melalui celah-celah sebuah gereja tampak seperti lampu-lampu yang menerangi setiap bintang yang berdiri diatas panggung mewah. Seorang namja paruh  baya berdiri dihadapan seorang pastur dengan setelan tuxedo berwarna hitam, dari arah lain seorang yeoja dengan balutan gaun berwarna peach berjalan kearah calon pendamping hidupnya.

Kim Taehyung dia berjalan berdampingan bersama calon ibu barunya dengan sedikit rasa gugup. Didepan tuan Kim dia menyerahkan calon ibu barunya  Di jajaran kursi paling depan Kim Seokjin duduk bersama si Lee sayang dengan terus menggengam tangannya tanpa berniat melepaskannya. Dan saat janji itu teruacap dari bibir manusia yang berada dihadapan pastur genggaman tangan Seokjin terasa lebih menguat tapi bagi seorang Lee Hyunjie  itu bisa membuatnya tak berteriak mengacaukan pesta pernikahan ibunya.

Lee Hyunjie  bukan tapi sekarang marganya adalah Kim. Ibunya resmi menikah dengan tuan Kim mantan pacarnya terdahulu sebelum menikah dengan ayahnya. Lee Hyunjie  tidak Kim Hyunjie  sekarang adalah adik tiri dari seorang Kim Taehyung.

Seokjin memperhatikan Hyunjie  yang jelas-jelas sedang tidak baik-baik saja, disisi lain Kim Taehyung jiga memperhatikan Hyunjie  dan Seokjin bukan tepatnya tangan mereka yang masih belum melepaskan tautannya.

“Jie-ya! Kau mau pergi dari sini?” Tanya Seokjin memastikan. Hyunjie  menoleh lalu menggeleng dengan cepat. Rasanya tak mungkin jika ia harus meninggalkan ibunya sendirian. Tapi Seokjin tahu Hyunjie  benar-benar sedang tidak baik-baik saja bukan hanya Hyunjie  tapi hatinya.


Saat berlibur di Thailand Hyunjie  menceritakan semuanya sampai mereka berdua tidur pukul 4 pagi di ranjang yang sama karena Seokjin tak mungkin meninggalkan Hyunjie  sendirian dengan kondisi habis menangis berjam-jam.

“Aku akan menemani ibu oppa jangan terlalu menghawatirkan aku.Nanti kalau Haeun eon-ni cemburu padaku bagaimana?” Hyunjie  melepas genggaman tangan Seokjin. Sementara pria didepannya menghela nafas kasar, hari ini Hyunjie  memang tidak menangis yang terlihat hanya senyumannya yang dipaksakan.

“Dia bukan seorang pencemburu, kau tenang saja Jie-ya! Kajja!” Seokjin menarik tangan Hyunjie  membuatnya berdiri. Tanpa seizin pemiliknya ia kembali menggenggam tangan mungil itu, mengajaknya menghampiri Ibu Hyunjie  dan ayah barunya, ayah Taehyung.

“Ya sunbae kau ini benar-benar menyebalkan ya!” sepanjang jalan Hyunjie  menggerutu kesal. Apa lagi orang yang tadi dicibirnya sama sekali tidak menghiraukan sepatah katapun yang keluar dari mulut Hyunjie .

Pria dengan setelan tuxedo putih itu semakin mengeratkan pegangan tangannya, dia tampan dengan setelan formal itu apalagi jika berdampingan dengan dengan Hyunjie  yang memakai gaun panjang berwarna putih yang senada dengan sepatu yang dipakainya.

“Kita mau kemana? Bukannya ibu di arah sana?” Hyunjie  kebingungan, Seokjin menyeret tangannya bukan kearah nyonya Lee bukan tapi nyonya Kim. Seokjin tersenyum sementara Hyunjie  mengerutkan alisnya.

Disisi lain Taehyung yang berdiri tak jauh dari mereka hanya diam mematung, semenjak Hyunjie  pulang dari Thailand dia sama sekali belum bertegur sapa.

“Kau tak lihat? Masih banyak orang yang mengucapkan selamat pada mereka.” Tunjuk Seokjin pada kedua mempelai yang kewalahan menerima tamu, bagaimana pun tuan Kim merupakan presdir perusahaan yang cukup besar, jadi wajar saja jika rekan-rekan bisnisnya banyak yang datang mengucapkan selamat. Apalagi sudah cukup lama ayah Taehyung menyandang status duda, semenjak ibu Taehyung meninggal 10 tahun yang lalu ia sama sekali tidak berniat untuk mencari calon pengganti istrinya.

“Lalu untuk apa kita kesini?” Tanya Hyunjie  penasaran. Karena sekarang mereka berdiri didepan seorang pastur yang masih berdiri ditempatnya tadi. Lagi-lagi namja itu Kim Seokjin hanya tersenyum membuat Hyunjie  ingin memukulnya.

“Ayo kita menikah?” mata gadisnya melotot sempurna begitupun dengan Taehyung yang berdiri tak jauh dari mereka. Bahkan pastur yang berdiri dihadapan mereka juga terlihat terkejut, bagaimana bisa anak-anak seperti mereka dengan mudahnya mengucapkan kata menikah? ‘Ah dasar anak jaman sekarang’ pikir sang pastur.

“Michiseo! Lagi pula siapa yang mau menikah denganmu oppa?” hardik Hyunjie . Pastur tadi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku dua anak adam dan hawa itu.

Mendengar ucapan Hyunjie  tadi Taehyung terlihat mengela napas lega.

“Wae? Kau tak mau menikah denganku Lee Hyunjie ? Aku kan tampan! Bukannya beberapa hari yang lalu kau juga bilang mencintaiku kan!” Jantung Taehyung berdetak lebih cepat begitupun Hyunjie . Dia hanya diam mematung, mulut yang biasanya berisik itu tertutup rapat. Seakan kelu karena apa yang dikatakan Seokjin barusan memang benar.

“Itu…. Kau kan pacar Haeun eon-ni kenapa menikah denganku? Dasar playboy!” ucap Hyunjie  dengan susah payah.

Seokjin baru sadar sekarang dia punya Haeun, Seo Haeun kekasihnya. Dia tak mungkin melukai hati seseorang dengan mudah, karena dia orang yang tak tegaan. Terbukti bukan Seokjin mau menemani Hyunjie  ke Thailand tanpa berpikir panjang?

“Kau anggap aku serius Lee Hyunjie ? Hahaha gitu dong jangan cemberut terus!” Hyunjie  mendecak kesal. Bisa-bisanya Seokjin membuat lelucon disaat yang tidak tepat? Ingin rasanya ia memukul namja ini, tapi ia tak mau mengotori tangannya apalagi di tempan suci seperti ini.


*** ***

@Mozarto Café

Seorang gadis dengan balutan rok selutut dipadu kemeja putih dan sebuah tas selempang yang senada dan sepatu kets yang dipakainya baru saja memasuki café yang paling diminati anak remaja ini. Seseorang tengah menunggunya dimeja dekat jendela, dia melambaikan tangan saat menyadari orang yang ditunggunya itu telah tiba, segera setelah sedikit membenahi penampilannya gadis tadi menghampiri orang yang akan ia temui.

“Sudah lama menunggu? Maaf jalanan sedikit macet tadi.” Sesal Haeun. Lalu ia duduk tepat dihadapan namja tadi Min Yoongi.

“Aku juga baru sampai. Tidak usah merasa tak enak hati.” Ucap Yoongi dengan senyuman khasnya. Senyuman yang mampu membuat setiap gadis bertekuk lutut padanya kecuali gadis yang sekarang berada dihadapannya dan gadis itu. Haeun menghela nafas lega, setidaknya rasa bersalah tadi sedikit berkurang.

“Kau mau pesan apa? Aku traktir.” Tawar Haeun. Gadis itu mulai membolak-balikan daftar menu yang dipegangnya menunggu jawaban dari Yoongi.

“Aku bayar sendiri saja. Pelayan!” panggil Yoongi sedikit keras. Tak lama seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa sebuah catatan kecil. 

“Kau mau pesan apa?” Tanya Yoongi.

“Pasta dan jus jeruk tanpa es.” Jawab Haeun. Sementara si pelayan mengerutkan keningnya. Mengerti dengan tingkah laku si pelayan Yoongi mencoba menjelaskannya.

“Siapkan saja apa yang dia katakan, aku pesan Jjajjangmyeon dan lemon tea.” Jelas Yoongi. Pelayan itu mengangguk dan berlalu pergi.

“Kekasihmu?” Tanya Yoongi

“Sedang menghadiri pesta pernikahan teman ibunya.” Dan Yoongi hanya pengangguk.


*** ***

“Mulai sekarang kita tinggal bersama. Hyunjie  untuk malam ini kau tidur bersama Taehyung ya! Sementara kamarmu akan direnovasi kau tidak keberatan bukan?” Tanya ayah baru Hyunjie  Kim Jong Gin

“Nde ahjussi.” Jawab Hyunjie  yang langsung mendapat tatapan tajam dari ibunya .

“Mulai sekarang kau harus memanggilku appa arasseo?” tegas tuan Kim dengan senyuman tulusnya. Ia mengerti Hyunjie  pasti belum terbiasa memanggilnya ayah, begitupun Taehyung pada ibu Hyunjie .

“Nde ap-pa.” ucap Hyunjie  dengan susah payah.

“Istirahatlah, kalian pasti lelah. Taehyung jaga adikmu baik-baik.” Pesan tuan Kim. Hyunjie  dan Taehyung menoleh menatapa tuan Kim, adik? Kenapa kata itu begitu sesak bagi Hyunjie  maupun Taehyung?

“Ne appa.” Turut Taehyung segera menuju kamarnya dilantai dua, sementara Hyunjie  mengekor dibelakangnya. Tuan Kim dan istri barunya tersenyum melihat kedua punggung anak-anak mereka yang makin menjauh.


*** ***

@Hanyang High School
At 06.30 a.m KST

Mentari pagi mulai keluar dari peraduannya, tetes-tetes embun mulai berjatuhan dari dedaunan. Jalanan sudah terlihat ramai baik oleh pelajar maupun pekerja kantoran. Hanyang High School salah satu sekolah terbaik di Korea dengan fasilitas nomor satu itu masih tampak sepi karena para siswa biasanya berbondong masuk saat 15 menit sebelum bell pelajaran dimulai.

Sebuah mobil Audi hitam berhenti didepan gerbang sekolah, seorang yeoja dengan seragam Hanyang keluar dari mobil itu. Rambut bagian depannya dikepang rapi kepinggir sementara bagian yang lainnya dibiarkan terurai begitu saja. Tak lama setelah itu seorang namja juga keluar dari mobil yang sama setelah berpamitan kepada ayahnya. Dia Kim Taehyung dan yeoja tadi adalah Lee Hyunjie .

Hyunjie  berjalan jauh didepan Taehyung. Dari arah yang berlawanan gadis berkacamata menyapa Hyunjie  sembari melambaikan tangannya. Park Minhwa tersenyum hangat menyambut kedatangan Hyunjie , sementara Hyunjie  hanya membalas dengan senyuman yang sedikit dipaksakan. Saat mereka berdua berada alam jarak yang dekat Minhwa tiba-tiba merangkul pundak Hyunjie  membuat si empunya mengeluarkan tatapan membunuhnya.

“Wae?” Tanya Minhwa penasaran. Karena tidak biasanya Hyunjie  bersikap begitu dingin. Ia melepas rangkulannya tadi dan menatap lekat wajah Hyunjie , tidak bahkan dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Gwaenchana, aku hanya sedikit tidak enak badan.” Jawab Hyunjie . Minhwa Hanya menanggapinya dengan anggukan kecil dikepalanya.

“Kau sudah bertemu Taehyung? sudah mengucapkan selamat?” Tanya Minhwa lagi. Sekarang mereka berdua mengobrol sambil berjalan menuju kelas mereka karena mungkin sebentar lagi pelajaran pertama akan dimulai.

“Selamat? Untuk apa?” bukannya menjawab Hyunjie  malah bertanya balik. Ia memang tak tahu harus mengucapkan selamat untuk apa. Minhwa berdecak kesal memasuki kelas lalu duduk di bangku yang tepat berada  didepan bangku Hyunjie  dan Taehyung. Tak habis pikir bagaimana bisa ia tak mengucapkan selamat pada sahabatnya sendiri? Padahal ini sudah dua hari setelah Taehyung mendapatkan medali juara keduanya.

“Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu Lee Hyunjie ! Taehyung menjadi Runner Up di olimpiade olahraga kemarin. Masih belum tahu?” jawan Minhwa sedikit emosi setelah membalikkan kursinya kebelakang menghadap Hyunjie .

“Ya TuHan! Hwa-ya aku cari Taehyung dulu ya!” teriak Hyunjie  karena sekarang gadis itu tengah berlari keluar kelas tanpa memperhatikan desas-desus tingkah kekanakannya yang dibicarakan teman sekelasnya.


*** ***


Kali ini Hyunjie  masih setengah berlari mencari Taehyung. beberapa kali ia meminta maaf pada orang-orang yang tak sengaja ditubruk atau tersenggol olehnya. Pelajaran pertama baru saja dimulai tapi gadis ini tak memperdulikannya dan malah tetap mencari Taehyung yang sekarang sudah berada dikelas.

Matanya mengedar mencari sosok yang dari tadi dia cari, beberapa kali ia menggerutu tak jelas karena tak menemukan Taehyung. Sebenarnya Hyunjie  merasa bersalah juga karena sudah dua hari ini mereka tak mengobrol banyak.

“Dasar Kim Taehyung awas saja kalau aku menemukanmu aku akan ---“

BRUKK

Dia Lee Hyunjie  untuk kesekian kalianya menubruk seseorang, tapi kali ini dirasanya tubrukan itu terlalu karena sikutnya yang  terbentur lantai membuatnya meringis. Tapi kenapa Hanya sikutnya? Karena tubuhnya sekarang berada diatas tubuh seorang namja yang tak lain adalah si ketua osis Min Yoongi. Hyunjie  menubruk Yoongi yang baru saja menyusul Jung songsaengnim dari ruang guru karena tak kunjung datang kekelasnya.

“Kau tidak punya mata huh? Bisa tidak berjalan dengan benar?.”  Desis Yoongi karena sekarang punggunya serasa patah terlalu keras terbentur lantai. Hyunjie  masih dia di tempatnya tak berniat beranjak sedikit pun. Tak memperdulikan ucapan Yoongi barusan dan malah diam mematung.

“Hey apa yang kalian lakukan hah?” teriak Jung ssaem dengan lengkingan suara khasnya.


To Be  Continue





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Thanks For Visiting :)

Thanks For Visiting :)
From BTS