Author : Lee Hyun
Jie
Tittle : Another
Love
Genre : School Life, Friendship, Family
Rated : PG-17
Length : Chapter
Cast :
·
Lee Hyunjie [OC]
·
Min Yoongi
·
Kim Taehyung
·
Park Minhwa [OC]
·
Kim Seokjin
·
Seo Haeun [OC]
“Saat semua mata tertuju padamu”
Bias-bias cahaya yang masuk melalui celah-celah sebuah gereja
tampak seperti lampu-lampu yang menerangi setiap bintang yang berdiri diatas
panggung mewah. Seorang namja paruh baya
berdiri dihadapan seorang pastur dengan setelan tuxedo berwarna hitam, dari
arah lain seorang yeoja dengan balutan gaun berwarna peach berjalan kearah
calon pendamping hidupnya.
Kim Taehyung dia berjalan berdampingan bersama calon ibu barunya
dengan sedikit rasa gugup. Didepan tuan Kim dia menyerahkan calon ibu
barunya Di jajaran kursi paling depan
Kim Seokjin duduk bersama si Lee sayang dengan terus menggengam tangannya tanpa
berniat melepaskannya. Dan saat janji itu teruacap dari bibir manusia yang berada
dihadapan pastur genggaman tangan Seokjin terasa lebih menguat tapi bagi
seorang Lee Hyunjie itu bisa membuatnya
tak berteriak mengacaukan pesta pernikahan ibunya.
Lee Hyunjie bukan tapi
sekarang marganya adalah Kim. Ibunya resmi menikah dengan tuan Kim mantan
pacarnya terdahulu sebelum menikah dengan ayahnya. Lee Hyunjie tidak Kim Hyunjie sekarang adalah adik tiri dari seorang Kim Taehyung.
Seokjin memperhatikan Hyunjie yang jelas-jelas sedang tidak baik-baik saja,
disisi lain Kim Taehyung jiga memperhatikan Hyunjie dan Seokjin bukan tepatnya tangan mereka yang
masih belum melepaskan tautannya.
“Jie-ya! Kau mau pergi dari sini?” Tanya Seokjin memastikan. Hyunjie
menoleh lalu menggeleng dengan cepat.
Rasanya tak mungkin jika ia harus meninggalkan ibunya sendirian. Tapi Seokjin
tahu Hyunjie benar-benar sedang tidak
baik-baik saja bukan hanya Hyunjie tapi
hatinya.
Saat berlibur di Thailand Hyunjie menceritakan semuanya sampai mereka berdua
tidur pukul 4 pagi di ranjang yang sama karena Seokjin tak mungkin meninggalkan
Hyunjie sendirian dengan kondisi habis
menangis berjam-jam.
“Aku akan menemani ibu oppa jangan terlalu menghawatirkan aku.Nanti
kalau Haeun eon-ni cemburu padaku bagaimana?” Hyunjie melepas genggaman tangan Seokjin. Sementara
pria didepannya menghela nafas kasar, hari ini Hyunjie memang tidak menangis yang terlihat hanya
senyumannya yang dipaksakan.
“Dia bukan seorang pencemburu, kau tenang saja Jie-ya! Kajja!” Seokjin
menarik tangan Hyunjie membuatnya
berdiri. Tanpa seizin pemiliknya ia kembali menggenggam tangan mungil itu,
mengajaknya menghampiri Ibu Hyunjie dan
ayah barunya, ayah Taehyung.
“Ya sunbae kau ini benar-benar menyebalkan ya!” sepanjang jalan Hyunjie
menggerutu kesal. Apa lagi orang yang
tadi dicibirnya sama sekali tidak menghiraukan sepatah katapun yang keluar dari
mulut Hyunjie .
Pria dengan setelan tuxedo putih itu semakin mengeratkan pegangan
tangannya, dia tampan dengan setelan formal itu apalagi jika berdampingan
dengan dengan Hyunjie yang memakai gaun
panjang berwarna putih yang senada dengan sepatu yang dipakainya.
“Kita mau kemana? Bukannya ibu di arah sana?” Hyunjie kebingungan, Seokjin menyeret tangannya bukan
kearah nyonya Lee bukan tapi nyonya Kim. Seokjin tersenyum sementara Hyunjie mengerutkan alisnya.
Disisi lain Taehyung yang berdiri tak jauh dari mereka hanya diam
mematung, semenjak Hyunjie pulang dari
Thailand dia sama sekali belum bertegur sapa.
“Kau tak lihat? Masih banyak orang yang mengucapkan selamat pada
mereka.” Tunjuk Seokjin pada kedua mempelai yang kewalahan menerima tamu,
bagaimana pun tuan Kim merupakan presdir perusahaan yang cukup besar, jadi
wajar saja jika rekan-rekan bisnisnya banyak yang datang mengucapkan selamat.
Apalagi sudah cukup lama ayah Taehyung menyandang status duda, semenjak ibu Taehyung
meninggal 10 tahun yang lalu ia sama sekali tidak berniat untuk mencari calon
pengganti istrinya.
“Lalu untuk apa kita kesini?” Tanya Hyunjie penasaran. Karena sekarang mereka berdiri
didepan seorang pastur yang masih berdiri ditempatnya tadi. Lagi-lagi namja itu
Kim Seokjin hanya tersenyum membuat Hyunjie ingin memukulnya.
“Ayo kita menikah?” mata gadisnya melotot sempurna begitupun
dengan Taehyung yang berdiri tak jauh dari mereka. Bahkan pastur yang berdiri
dihadapan mereka juga terlihat terkejut, bagaimana bisa anak-anak seperti
mereka dengan mudahnya mengucapkan kata menikah? ‘Ah dasar anak jaman sekarang’
pikir sang pastur.
“Michiseo! Lagi pula siapa yang mau menikah denganmu oppa?” hardik
Hyunjie . Pastur tadi menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah laku dua
anak adam dan hawa itu.
Mendengar ucapan Hyunjie tadi Taehyung terlihat mengela napas lega.
“Wae? Kau tak mau menikah denganku Lee Hyunjie ? Aku kan tampan!
Bukannya beberapa hari yang lalu kau juga bilang mencintaiku kan!” Jantung Taehyung
berdetak lebih cepat begitupun Hyunjie . Dia hanya diam mematung, mulut yang
biasanya berisik itu tertutup rapat. Seakan kelu karena apa yang dikatakan Seokjin
barusan memang benar.
“Itu…. Kau kan pacar Haeun eon-ni kenapa menikah denganku? Dasar
playboy!” ucap Hyunjie dengan susah
payah.
Seokjin baru sadar sekarang dia punya Haeun, Seo Haeun kekasihnya.
Dia tak mungkin melukai hati seseorang dengan mudah, karena dia orang yang tak
tegaan. Terbukti bukan Seokjin mau menemani Hyunjie ke Thailand tanpa berpikir panjang?
“Kau anggap aku serius Lee Hyunjie ? Hahaha gitu dong jangan
cemberut terus!” Hyunjie mendecak kesal.
Bisa-bisanya Seokjin membuat lelucon disaat yang tidak tepat? Ingin rasanya ia
memukul namja ini, tapi ia tak mau mengotori tangannya apalagi di tempan suci
seperti ini.
*** ***
@Mozarto Café
Seorang gadis dengan balutan rok selutut dipadu kemeja putih dan
sebuah tas selempang yang senada dan sepatu kets yang dipakainya baru saja
memasuki café yang paling diminati anak remaja ini. Seseorang tengah
menunggunya dimeja dekat jendela, dia melambaikan tangan saat menyadari orang
yang ditunggunya itu telah tiba, segera setelah sedikit membenahi penampilannya
gadis tadi menghampiri orang yang akan ia temui.
“Sudah lama menunggu? Maaf jalanan sedikit macet tadi.” Sesal Haeun.
Lalu ia duduk tepat dihadapan namja tadi Min Yoongi.
“Aku juga baru sampai. Tidak usah merasa tak enak hati.” Ucap Yoongi
dengan senyuman khasnya. Senyuman yang mampu membuat setiap gadis bertekuk
lutut padanya kecuali gadis yang sekarang berada dihadapannya dan gadis itu.
Haeun menghela nafas lega, setidaknya rasa bersalah tadi sedikit berkurang.
“Kau mau pesan apa? Aku traktir.” Tawar Haeun. Gadis itu mulai
membolak-balikan daftar menu yang dipegangnya menunggu jawaban dari Yoongi.
“Aku bayar sendiri saja. Pelayan!” panggil Yoongi sedikit keras.
Tak lama seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawa sebuah catatan
kecil.
“Kau mau pesan apa?” Tanya Yoongi.
“Pasta dan jus jeruk tanpa es.” Jawab Haeun. Sementara si pelayan
mengerutkan keningnya. Mengerti dengan tingkah laku si pelayan Yoongi mencoba
menjelaskannya.
“Siapkan saja apa yang dia katakan, aku pesan Jjajjangmyeon dan
lemon tea.” Jelas Yoongi. Pelayan itu mengangguk dan berlalu pergi.
“Kekasihmu?” Tanya Yoongi
“Sedang menghadiri pesta pernikahan teman ibunya.” Dan Yoongi
hanya pengangguk.
*** ***
“Mulai sekarang kita tinggal bersama. Hyunjie untuk malam ini kau tidur bersama Taehyung ya!
Sementara kamarmu akan direnovasi kau tidak keberatan bukan?” Tanya ayah baru Hyunjie
Kim Jong Gin
“Nde ahjussi.” Jawab Hyunjie yang langsung mendapat tatapan tajam dari
ibunya .
“Mulai sekarang kau harus memanggilku appa arasseo?” tegas tuan
Kim dengan senyuman tulusnya. Ia mengerti Hyunjie pasti belum terbiasa memanggilnya ayah,
begitupun Taehyung pada ibu Hyunjie .
“Nde ap-pa.” ucap Hyunjie dengan susah payah.
“Istirahatlah, kalian pasti lelah. Taehyung jaga adikmu
baik-baik.” Pesan tuan Kim. Hyunjie dan Taehyung
menoleh menatapa tuan Kim, adik? Kenapa kata itu begitu sesak bagi Hyunjie maupun Taehyung?
“Ne appa.” Turut Taehyung segera menuju kamarnya dilantai dua,
sementara Hyunjie mengekor
dibelakangnya. Tuan Kim dan istri barunya tersenyum melihat kedua punggung
anak-anak mereka yang makin menjauh.
*** ***
@Hanyang High School
At 06.30 a.m KST
Mentari pagi mulai keluar dari peraduannya, tetes-tetes embun
mulai berjatuhan dari dedaunan. Jalanan sudah terlihat ramai baik oleh pelajar
maupun pekerja kantoran. Hanyang High School salah satu sekolah terbaik di
Korea dengan fasilitas nomor satu itu masih tampak sepi karena para siswa
biasanya berbondong masuk saat 15 menit sebelum bell pelajaran dimulai.
Sebuah mobil Audi hitam berhenti didepan gerbang sekolah, seorang
yeoja dengan seragam Hanyang keluar dari mobil itu. Rambut bagian depannya
dikepang rapi kepinggir sementara bagian yang lainnya dibiarkan terurai begitu
saja. Tak lama setelah itu seorang namja juga keluar dari mobil yang sama
setelah berpamitan kepada ayahnya. Dia Kim Taehyung dan yeoja tadi adalah Lee
Hyunjie .
Hyunjie berjalan jauh
didepan Taehyung. Dari arah yang berlawanan gadis berkacamata menyapa Hyunjie sembari melambaikan tangannya. Park Minhwa
tersenyum hangat menyambut kedatangan Hyunjie , sementara Hyunjie hanya membalas dengan senyuman yang sedikit
dipaksakan. Saat mereka berdua berada alam jarak yang dekat Minhwa tiba-tiba
merangkul pundak Hyunjie membuat si
empunya mengeluarkan tatapan membunuhnya.
“Wae?” Tanya Minhwa penasaran. Karena tidak biasanya Hyunjie bersikap begitu dingin. Ia melepas
rangkulannya tadi dan menatap lekat wajah Hyunjie , tidak bahkan dari ujung
kepala sampai ujung kaki.
“Gwaenchana, aku hanya sedikit tidak enak badan.” Jawab Hyunjie . Minhwa
Hanya menanggapinya dengan anggukan kecil dikepalanya.
“Kau sudah bertemu Taehyung? sudah mengucapkan selamat?” Tanya Minhwa
lagi. Sekarang mereka berdua mengobrol sambil berjalan menuju kelas mereka
karena mungkin sebentar lagi pelajaran pertama akan dimulai.
“Selamat? Untuk apa?” bukannya menjawab Hyunjie malah bertanya balik. Ia memang tak tahu harus
mengucapkan selamat untuk apa. Minhwa berdecak kesal memasuki kelas lalu duduk
di bangku yang tepat berada didepan
bangku Hyunjie dan Taehyung. Tak habis
pikir bagaimana bisa ia tak mengucapkan selamat pada sahabatnya sendiri?
Padahal ini sudah dua hari setelah Taehyung mendapatkan medali juara keduanya.
“Kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu Lee Hyunjie ! Taehyung
menjadi Runner Up di olimpiade olahraga kemarin. Masih belum tahu?” jawan Minhwa
sedikit emosi setelah membalikkan kursinya kebelakang menghadap Hyunjie .
“Ya TuHan! Hwa-ya aku cari Taehyung dulu ya!” teriak Hyunjie karena sekarang gadis itu tengah berlari
keluar kelas tanpa memperhatikan desas-desus tingkah kekanakannya yang
dibicarakan teman sekelasnya.
*** ***
Kali ini Hyunjie masih
setengah berlari mencari Taehyung. beberapa kali ia meminta maaf pada
orang-orang yang tak sengaja ditubruk atau tersenggol olehnya. Pelajaran
pertama baru saja dimulai tapi gadis ini tak memperdulikannya dan malah tetap
mencari Taehyung yang sekarang sudah berada dikelas.
Matanya mengedar mencari sosok yang dari tadi dia cari, beberapa
kali ia menggerutu tak jelas karena tak menemukan Taehyung. Sebenarnya Hyunjie merasa bersalah juga karena sudah dua hari ini
mereka tak mengobrol banyak.
“Dasar Kim Taehyung awas saja kalau aku menemukanmu aku akan ---“
BRUKK
Dia Lee Hyunjie untuk
kesekian kalianya menubruk seseorang, tapi kali ini dirasanya tubrukan itu
terlalu karena sikutnya yang terbentur
lantai membuatnya meringis. Tapi kenapa Hanya sikutnya? Karena tubuhnya
sekarang berada diatas tubuh seorang namja yang tak lain adalah si ketua osis Min
Yoongi. Hyunjie menubruk Yoongi yang
baru saja menyusul Jung songsaengnim dari ruang guru karena tak kunjung datang
kekelasnya.
“Kau tidak punya mata huh? Bisa tidak berjalan dengan benar?.” Desis Yoongi karena sekarang punggunya serasa
patah terlalu keras terbentur lantai. Hyunjie masih dia di tempatnya tak berniat beranjak
sedikit pun. Tak memperdulikan ucapan Yoongi barusan dan malah diam mematung.
“Hey apa yang kalian lakukan hah?” teriak Jung ssaem dengan
lengkingan suara khasnya.
To Be Continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar