20 November 2015

[CHAPTER] Another Love pt.2

Author             : JKjeoon
Title                 : Another Love
Genre             : School Life, Family
Rated               : PG-17
Cast                 :
ü  Lee Hyunjie
ü  Min Yoongi
ü  Kim Taehyung
ü  Park Minhwa
ü  Kim Seokjin
ü  Seo Haeun

Recommended Song :
·        Just One Day – 방탄소년단
·        Coffe - 방탄소년단
·        Andante - 슈퍼주니어


Happy Reading ^_~

Author Pov*

Ini hari terakhir olimpiade itu dilaksanakan. Tidak banyak yang datang ke Hanyang namun karena ini babak final sorak-sorai siswi perempuan terdengar lebih bersemangat daripada hari-hari sebelumnya.Terlihat seorang gadis berseragam Paran tengah berjalan menuju kerumunan teman-teman dari sekolahnya, namun langkahnya terhenti tatkala melihat kekasihnya tengah mengobrol akrab dengan seorang gadis yang ditemuinya saat menginjakkan kaki di SMA Hanyang.Penasaran
dengan apa yang mereka bicarakan gadis itu bersembunyi di samping pot bunga yang lumayan besar tepat disamping kiri kekasihnya.   

“Sunbae ayo kita jalan-jalan. Ya hitung-hitung sebagai perpisahan kau mau kan?” Ucap Hyunjie to the point. Mereka duduk di salah satu kursi yang berjejer sepanjang koridor.Tak banyak orang yang berada dikawasan ini karena hampir seluruh siswa berada didalam gedung olahraga. Kim Seokjin? Dia gugur dibabak semifinal saat berhadapan dengan Choi Minho yang sudah dua kali berturut-turut menyandang juara pertama.

“Memangnya kau mau kemana?” Tanya Seokjin setelah memasukan gadget miliknya kedalam bag pack berwarna abu-abu. Sebenarnya tadi si Kim ini sedang bermain game, namun karena gadis berisik disampingnya mengganggu konsentrasinya ia memutuskan menyudahi salah satu hobinya itu.  

“Aku mau ke Thailand.” Hyunjie menerawang.

“Mwo? Kau tadi bilang apa Lee Hyunjie?” Tanya Seokjin memastikan
“Thailand sunbae! Kau itu tampan tapi tuli ya!” jawab Hyunjie dengan nada Meledek

Pletak~~

“Sunbae kenapa memukul kepalaku eoh?” Gadis itu memegang bagian kepala yang dipukul Seokjin.

“Kau pikir Thailand itu dimana? Ini Korea Lee Hyunjie! Apa kau gila huh?” Tanpa sadar si tampan ini membentak gadis yang duduk disampingnya.

“Tak perlu membentakku sunbae! Kalau tidak mau ya sudah aku bisa pergi sendiri paling aku tersesat dan tidak akan kembali ke Korea lagi,keundae bukankah itu lebih baik. Aku memang gila!” Teriak Hyunjie frustasi saat hendak berdiri Seokjin menahan tangan kiri Hyunjie.

“Mianhae Hyunjie aku tak bermaksud membentakmu. Apa yang menganggu pikiranmu oh?” Sesal Seokjin “Ceritakan saja mungkin aku bisa membantumu.” tambahnya

“Akan kuceritakan jika sunbae mau menemaniku ke Thailand.” Ancam Hyunjie

“Aish kau ini minta bantuan atau mengancam huh?” Seokjin mengerucutkan bibirnya.

“Dua-duanya op-pa!” Ucap Hyunjie agak ragu.
“Mwo? Hyunjie kau tadi bilang apa?” Sepertinya Seokjin ini memang harus ke THT memeriksakan telinganya itu.

“Oppa! Oppa! Oppa! Seokjin Oppa!! Seokjin Oppa!!” Hyunjie memasang puppy eyes andalannya.

“Cukup! aku akan menemanimu ke Thailand. Tapi mulai sekarang kau tak boleh memanggilku Sunbae lagi, aro!” Putusnya lalu berdiri

“Jeongmal? Sunbae aku mencintaimu” Hyunjie memeluk Seokjin

“Aku tahu!” Pria itu membalas pelukan Hyunjie

DEG~

Seluruh tubuh gadis itu membeku,kata-kata terakhir yang tertangkap telinganya benar-benar menohok ulu hatinya. Bahkan buliran bening yang keluar dari pelupuk matanya tak bisa dia tahan lagi, dia menangis? Haeun menangis dia berlari keluar dari gedung sekolah Hanyang.

*****

Sudah sore semua orang yang tadinya memadati ruangan ini mungkin sedang bersantai dirumahnya masing-masing. Disana nampak seorang namja yang memamerkan senyumannya pada beberapa orang guru, dia Kim Taehyung para guru sedang mengucapkan selamat atas kemenangannya ya walaupun hanya runner up karena juara pertama masih dipertahankan Choi Minho. Seperti kehilangan sesuatu sorot matanya mengedar keseruruh sudut ruangan ini, tapi sepertinya apa yang dia cari memang tak ada.


@Lee Hyunjie House
Hyunjie pov*

“Ibu malam ini aku menginap dirumah Taehyung ya! Ada tugas sekolah yang harus kami diskusikan. Boleh kan?” Aku sudah memikirkannya selama perjalanan pulang, menurut otakku itu ode yang paling bagus agar Ibu mengizinkanku pergi.

“Kim Taehyung ? Baiklah hati-hati ya! Kau jaga dirimu baik-baik eh tapi kenapa tas yang kau bawa terlihat penuh? Kau bawa apa saja Jie-ya?” Baru saja dua langkah aku berjalan pertanyaan ibu itu mengharuskanku mencari jawaban yang tak mencurigakan.

“Ah ini baju ganti bu! Tidak sopan kan jika aku terus meminjam baju Taehyung?” Oh Lee Hyunjie kau memang hebat dalam bidang mencari alasan.
“Ara! Baiklah. Jangan merepotkan mereka ara!” Aku mengangguk paham, sekilas kukecup pipi Ibu lalu melangkah keluar rumah.

*****

“Yeeboseyo” Sapa seseorang disana yang tak lain adalah Kim Taehyung

“Taehyung kau temanku kan!” Bukannya aku tak mau menjawab salamnya tapi ini benar-benar mendesak.

“Lee Hyunjie kau ini amnesia atau bagaimana? Tentu saja aku ini temanmu.” Amnesia? Kim Taehyung jika saja kau ada dihadapanku kupastikan sepatu yag kupakai ini sudah melayang dikepalamu.

“Baguslah!  Jika ibu telepon bilang saja aku bersamamu ok! Aku tak punya banyak waktu jika benar kau ini temanku kumohon kali ini saja ya?” Kulihat Seokjin oppa sudah sampai.

“Kau dimana?” Ah kenapa pria ini banyak bicara.

“Aku tak bisa bilang padamu. Pokonya ingat pesanku tadi  ya! Dah~”

“Yak Lee Hyunjie!” Teriak Taehyung sebelum aku memutuskan sambungan teleponku secara sepihak.

“Wasso?” Tanyaku pada Seokjin sunbae, tidajk aku harus terbiasa memannggilnya oppa mulai sekarang. Dia mengangguk lalu mengandengku menuju loket tiket.


Taehyung House | Gangnam-Gu

Taehyung Pov*

“Lee Hyunjie dasar tidak tahu sopan santun menelpon lalu minta bantuan dan memutuskannya secara sepihak. Ckkk dasar gadis itu bahkan tak mengucapkan selamat padaku, aku dapat juara dua juga mungkin dia tak tahu, toh seharian ini aku tak bertemu dengannya.”

Namun tak berapa lama ponselku bergetar lagi, “Ckk dasar Lee Hyunjie!” eh tapi dugaanku salah karena nama yang tertera diponselku bukan Hyunjie melainkan Lee Ahjuma ibu Hyunjie. 

“Taehyung maaf menganggumu  apa Hyunjie bersamamu?” Tanya Lee ahjuma

“Itu… Hyunjie dia…iya dia bersamaku ahjuma” ucapku susah payah

“Bisa ahjuma berbicara dengannya?” Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? Lee Hyunjie jika bertemu denganmu aku akan menjewer telingamu.

“Itu.. Hyunjie sedang… ah Hyunjie sedang mandi ahjuma” mungkin begini jadinya jika seorang yang jujur sepertiku dipaksa harus berbohong.

“Begitu ya! Tolong sampaikan pada Hyunjie ahjuma akan pergi ke Busan mungkin dua atau tiga hari.” Busan? Hyunjie memang dari Busan dan pindah ke Seoul saat umurnya masih lima tahun.

“Baiklah aku akan bilang pada Hyunjie. Oh iya kenapa mendadak sekali ahjuma?” kenapa aku jadi penasaran hhhh

“Oh itu sesupunya Hyunjie kecelakaan. Yang tahun lalu berlibur disini Jungkook kau ingat dia kan!” Aku tahu, dia sepupu Hyunjie yang bisa bermain Skate board

“Ye ahjuma. Semoga cepat sembuh tolong sampaikan salamku padanya.” Taehyung apa yang terjadi padamu? Sekarang sok perhatian.

“Baiklah kalian jangan tidur terlalu malam ya! Walaupun besok hari minggu jangan bergadang itu tak baik untuk kesehatan kalian. Aro?” pesan Lee ahjuma.

“Nde ahjuma.” Ucapku setelah Lee ahjuma memutuskan sambungan teleponya.

*******

Mozart Café | Seoul City

Author Pov*

“Hai! Haeun-ssi” sapa seorang namja dengan setelan kemeja kotak-kotak dan celana jeans berwarna biru dongker. Dia duduk tepat dihadapan orang yang dipanggilnya Haeun.

“Nde?” Seo Haeun terlihat mengingat-ngingat siapa orang yang mengajaknya berbicara.

“Aku Min Yoongi. Kau masih ingat aku?” Tanya orang bernama Min Yoongi itu.

“Ah Yoongi-ssi senang bertemu denganmu lagi” gadis itu tersenyum hangat pada Yoongi.

“Kau sendirian? Maaf aku lancang”

“Tidak apa-apa, aku disini sendiri. Kekasihku sedang menemani gadis lain untuk berlibur. Aigo maafkan aku kenapa jadi curhat begini ya” Haeun terlihat salah tingkah.

“Gwaenchana. Kau ini bersikap seperti pada orang asing saja. Aku siap jika kau mau berbagi cerita, mungkin itu akan membuatmu lega. Kita masih berteman kan!” Yoongi memasang senyum tiga jarinya.

“Semuanya memang salahku. Aku terlalu mencintainya dan tanpa kusadari aku melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Kim Seokjin dia pria yang sangat baik, dia juga pintar semua siswi disekolah kami mengaguminya.” Seo Haeun dia tersenyum membayangkan pertama kali ia bertemu dengan Seokjin.

“Termasuk dirimu?” Haeun mengangguk

“Aku meminta bantuan appa yang notabenenya adalah kepala sekolah di Paran. Entahlah aku tak tahu apa yang appa katakan pada Seokjin oppa, tapi beberapa hari kemudian saat aku menyatakan perasaanku padanya dia menerimaku.”

“Lalu?” Yoongi tersenyum tipis nyaris tak terlihat.

“Hari pertama olimpiade itu, dia mengenalkanku sebagai kekasihnya kepada seseorang bernama Lee Hyunjie. Aku bahagia, tentu saja namun  mereka terlihat sangat akrab bahkan berpegangan tangan didepanku.” Haeun tersenyum lagi, membuat yang berada dihadapannya juga tersenyum.
“Lee Hyunjie? Gadis itu?” Yoongi yakin itu pasti gadis yang dihukumnya saat diporgoki berduaan bersama Taehyung di perpustakaan.

“Kau mengenalnya?” Tanya Haeun sedikit terkejut.

“Dia sahabat Taehyung temanku. Yang jelas hanya ada satu siswi yang bermarga Lee di SMA Hanyang.Lalu ?” Aish Min Yoongi tidak ada kata lain kah yang bisa kau ucapkan selain lalu? Tanya Yoongi pada dirinya sendiri

“Aku tak tahu Seokjin oppa tadi menelponku dan bilang akan pergi bersama hobaenya itu ke Thailand.” Gadis manja itu memasang raut muka sedihnya.

“Kau tak ikut bersama mereka? Sepertinya mereka berdua memang akrab ya!” Tak tahukah ucapan Yoongi barusan malah akan membuat Haeun semakin terlihat menyedihkan.

“Ikut bagaimana? Seokjin oppa saja meleponku saat di Bandara. Kadang aku selalu iri pada Hyunjie. Aku yang kekasihnya saja tidak pernah diajak jalan-jalan sejauh itu.” Haeun mengerucutkan bibirnya. Saat ini dia benar-benar merasakan apa yang disebut cemburu.

*****

@Bangkok | Thailand

Hyunjie dan Kim Seokjin sedang berada disebuah hotel yang cukup terkenal di Bangkok.  Tak banyak yang mereka lakukan karena terlalu lelah setelah perjalanan Korea-Thailand. Kamar mereka bersebelahan dan berada dilantai paling tinggi.

“Jie-ya! Kau sudah tidur?” Tanya Seokjin memastikan saat mengetuk pintu kamar Hyunjie.

“Anio Sun- eh oppa! Tunggu sebentar.” Sahut Hyunjie dari dalam kamar inapnya.

Ceklek~

“Wae?” Tanya Hyunjie

“Aku hanya ingin menagih janjimu! Kebetulan aku tak bisa tidur.” Jawab Seokjin lalu melangkah masuk kekamar Hyunjie.

“Ah itu … besok saja ya sun- eh Oppa!” Hyunjie memelas. Namun senjata andalannya ini
sekarang tak mempan untuk Seokjin. Pria itu menatapnya tajam seolah berkata ‘tak bisa! Kau harus menceritakannya sekarang.”

“Aku tak suka orang yang mengingkari janji. Lee Hyunjie !” ucap Seokjin dengan penekanan pada kata terakhirnya.
“Aku dan Taehyung…………”

To Be Continued :D



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Thanks For Visiting :)

Thanks For Visiting :)
From BTS