Author : Lee Hyun Jie
Tittle : Another Love
Genre : School Life, Friendship, Family
Length : Chapter
Cast :
© Lee Hyunjie
[OC]
© Min Yoongi
© Kim Taehyung
© Park Minhwa
[OC]
©
Kim Seokjin
© Seo Haeun
[OC]
© Jeon Jungkook [Cameo]
Warning ! Typo is my style :D
Happy Reading ^_~
Chapter 4
“Disaat kenyataan tak
sesuai harapan”
~When the story is began~
Tidak ada yang istimewa
selain mendapatkan hukuman dari Mrs. Jung yang dikenal sebagai caplin-nya
Hanyang High School. Begitupun yang dirasakan dua pasang anak adam dan hawa
ini. Bukannya mengerjakan hukuman mereka yang memang tidak sedikit, Yoongi dan Hyunjie
tidak henti-hentinya berperang mulut. Menyalahkan satu sama lain tentang siapa
yang mengakibatkan mereka berdua tertahan di kamar mandi yang lumayan kotor
ini.
“Baiklah aku yang
membersihkan kamar mandi, kau yang membersihkan lorong depan.” Akhir perang
mulut mereka yang diucapkan si pria bermulut tajam Min Yoongi. Sementara Hyunjie
berlalu menuju lorong depan. Setidaknya lorong lebih baik dapari pada kamar
mandi, pikir Hyunjie.
Lee Hyunjie pov*
Kulirik jarum jam yang
bergerak melingkar dipergelangan tangan kiriku. Hampir pukul empat sore, dan
hukumanku belum kukerjakan sama sekali. Dengan langkah gontai aku berjalan
kearah backpack yang kuletakan disalah satu kursi panjang yang berjejer didepan
kelas. Segera kuambil ponselku. Ada pesan dari Ibu dan Taehyung.
Ra-ya! Kenapa kau belum pulang? Taehyung sudah sampai rumah beberapa
jam yang lalu. Kau tak ingin melihat ibu sebelum pergi? 30 menit lagi Ibu dan
Ayah Taehyung akan pergi ke Bandara. Kami akan berlibur ke Jepang. –-Ibu-
“Ck sudah tua masih
sempat-sempatnya melakukan bulan madu.” Gerutuku tak jelas setelah membaca
pesan singkat yang Ibu kirimkan. Segera kubuka pesan singkat yang dikirimkan Taehyung.
kau dimana? Ibu terus bertanya padaku tentangmu. Segeralah pulang
mereka akan berangkat petang ini. –-Taehyungie-
Beberapa kali kuhembusakan
nafasku dengan kasar. Bergantian menatap ponselku dan lap pel yang sudah
kucelupkan kedalam ember berwarna biru. Setelah menghitung kancing seragamku
akhirnya kuputuskan mengambil lap pel dan mulai mengerjakan hukuman Mrs. Jung.
“Andai saja pria itu tidak
melakukan hal bodoh tadi pagi, mungkin tubuhku ini sudah berbaring diatas kasur
empuk milik Taehyung itu.” Ucapku.
****
*Author Pov*
@Incheon
Airport
16.30
KST
Kim Taehyung tersenyum
melambaikan tangan pada Ayahnya dan Ibu Hyunjie. Tinggal 5 menit lagi pesawat
mereka take off dan Hyunjie masih belum menampakkann batang hidungnya sama
sekali. Bahkan pesan singkat yang dikirinkannya tidak dibalas sama sekali.
“Ibu titip Hyunjie ya! Jaga
dia baik-baik. Pukul saja jika dia berbuat nakal. Aro?” pesan Ibu Hyunjie pada Taehyung.
sementara orang yang yang diajak bicara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Kami pergi. Jaga adikmu
baik-baik Taehyung. Jangan bergadang itu tak baik untuk kesehatanmu.” Tambah
tuan Kim ayah Taehyung.
“Nde abeoji.” Jawab Taehyung
singkat.”Gadis itu apa masih disekolah?” tambahnya dalam hati.
***
@Hanyang
High School
16.15
KST
“Arasseo! Aku pulang
sekarang.” Ucap Yoongi mengakhiri panggilan telepon ibunya.
“Hey kau! Aish jinja!
Bisakah kau menunggu lantainya kering dulu hah?” teriak Hyunjie seraya berkaca
pinggang.
“Aku buru-buru! Kau pel
saja lagi lantainya. Dan selamat bersenang-senang gadis aneh!” Yoongi melambaikan tangannya didepan
muka Hyunjie tak lupa smirk yang terukir dibibir merah mudanya. Namun tanpa
diduganyanya Hyunjie memalangkan gagang pel yang dipegannya sehingga Yoongi
terhuyung kebelakang. Bukan Min Yoongi jika tidak bisa membalas perbuatan Hyunjie,
sebelum punggungnya benar-benar mendarat dilantai yang masih basah tangan
kanannya menarik Hyunjie. Alhasil Hyunjie ikut terjatuh tapi diatas tubuh Yoongi.
“Ya! Apa yang kau lakukan
bodoh?” protes Hyunjie tak terima. Sementara Yoongi diam membisu. Bahkan
matanya pun tak berkedip memandang objek didepannya. Dua buah bola mata Hyunjie
yang berwarna hitam kelam namun menyimpan sejuta ketenangan bagi yang
memandangnya.
“Ketua Osis! Apa kau gila!
Cepat lepaskan tanganmu!” teriak Hyunjie. Yoongi tersadar lalu memalingkan
mukanya. Mengatur nafas lalu kembali mengukir evil smile diwajahnya.
“Jika aku tak mau kau mau
berbuat apa nona Lee?” ancam Yoongi dengan nada yang dibuat-buat. Tangannya
bergerak menyikap rambut Hyunjie yang menghalangi wajahnya.
“Jangan macam-macan Yoongi-ssi!
Aku bisa berteriak.” Ucap Hyunjie lirih.
“Bisa juga kau menyebut
namaku? Kau mau berteriak? Disini hanya ada kau dan aku nona Lee! Kita berdua?”
jelas Yoongi dengan penuh penekanan di kaliamat terakhirnya. “Dan masih bisakah
kau berteriak jika aku…”
***
Taehyung baru saja
memarkirkan motornya. Bukan di garasi rumahanya melainkan parkiran sekolah.
Disana masih ada mobil Yoongi ia yakin jika Hyunjie juga masih ada di sekolah.
Segera setelah mengunci leher motornya ia menelusuri setiap sudut sekolah.
“Kau dimana sih?” gerutu Taehyung
pada layar handphonenya. Ia memasang wallpaper selca mereka berdua yang diambil
saat liburan musim panas tahun lalu.
Kembali kakinya melangkah
kearah tangga seraya menempelkan handphone-nya di telinga kanan. Berusaha
menghubungi Hyunjie yang tak kunjung mengangkat panggilannya. Tapi saat hendak
menaiki tangga tak sengaja Taehyung menoleh kearah samping tangga. Ia mendengar
dering panggilan handphone Hyunjie. Lagu Coffee Latte milik Urban Zakapa.
Dengan hati-hati Taehyung
melangkahkan kakinya kearah sumber suara. Menelusuri setiap sudut koridor yang
sepi. Ternyata benar dugaannya Hyunjie masih ada disekolah bersama Yoongi.
“Shit kenapa kau kemari Kim
Taehyung!” desis Taehyung.
Dengan sisa tenaga yang
dimilikinya Hyunjie berusaha melepaskan pelukan Yoongi. Tapi seberapa besarpun
kekuatan Hyunjie dia hanya seorang perempuan dan Yoongi adalah seorang
laki-laki. Tak kehabisan akal Hyunjie menjambak rambut Yoongi hingga tautan
mereka terlepas dan pelukan Yoongi melonggar. Tak menyia-nyiakan kesempatan
segera ia berdiri lalu membenahi bajunya. Yoongi juga ikut berdiri seraya
memegang kepalanya yang berdenyut-denyut.
“Kau! Aku sangat membencimu
Min Yoongi.” Umpat Hyunjie yang terdengar seperti bisikan dengan tatapan penuh
kebencian. Yoongi menyeringai. Smirk-nya kembali menghiasi wajah tampannya.
“Aku juga mencintaimu Lee
Hyunjie. Jadi mari kita menjalaninya dengan penuh cinta. Mulai detik ini kau
telah resmi menjadi kekasih seorang Min Yoongi.” Hyunjie melongo. Ia sadar
barusan ia mengucapkan membenci laki-laki yang berdiri didepannya. Apa Yoongi gila?
pikirnya
“Mwo?” hanya itu yang
keluar dari mulut Hyunjie.
KREEK~~
“Ah maaf aku akan segera
pergi.” Sesal Taehyung.Ia ,menggaruk tengkuknya, bagaimanapun ketahuan
mengintip orang yang sedang pacaran itu memalukan. Ia tak sengaja menginjak
botol minuman. Hingga Yoongi dan Hyunjie menengok kearahnya.
“Tunggu! Kau mau kemana?
Kemarilah kami punya kabar baik. Bukankah kalian berteman baik? Aku dan teman
baikmu ini telah resmi berpacaran.” Cegah Yoongi. Ia merangkul pundak Hyunjie.
Mau tak mau Taehyung mendekat kearah mereka.
“Selamat atas hubungan
kalian. Aku ikut senang mendengarnya. Hyunjie ibumu bilang~” ucap Taehyung
terpotong.
“Aku tahu. Jangan bicara
lagi. Ayo antarkan aku pulang.” Potong Hyunjie. Ia berjalan mengambil bag pack
yang disimpannya di kursi koridor.
“Kau tidak pulang dengan Yoongi
hyung?” Tanya Taehyung. Bukannya orang yang sudah berpacaran selalu pulang
bersama kekasihnya?
“Aku ada urusan lain. Jadi Hyunjie
pulang saja denganmu. Taehyung aku titip pacarku ya!” Yoongi mengacak rambut Hyunjie.
“Cih! Jangan dengarkan
orang gila ini Taehyung! ayo kita pulang! Aku benar-benar lelah.” Hyunjie
merangkul tangan kanan Taehyung.
***
@Mozart Café
17.40 KST
Seokjin masih sibuk memperhatikan
mimik muka gadis yang duduk dihadapannya. Sedari tadi Haeun memasang wajah yang
menurut Seokjin tengah gelisah. Bahkan selama lebih dari 20 menit mereka duduk
berhadapan tak da seorang pun yang membuka
pembicaraan.
“Wae? Kau mau pesan apa?”
Tanya Seokjin.
“Oppa! Aku mau bilang
sesuatu, tapi kau jangan marah ya!” ucap Haeun dengan ragu. Sementara Seokjin
hanya menjawab dengan anggukkan saja.
“Saat kau pergi ke pesta
pernikahan teman ibumu itu. A-aku ke café ini bersama dengan Yoongi. Tapi kami
hanya makan kok setelah itu aku pulang kerumahku dan dia pulang kerumahnya.”
“Mwo? Jadi karena itu? Aigo
Haeun-ah aku tidak akan melarangmu pergi bersama pria lain, asalkan kau tahu
batasannya. Aro? Lagian siapa sih Yoongi itu?” Tanya Seokjin penasaran.
“Yoongi? Dia teman SMP-ku
oppa. Kami hanya berteman. Dia itu ketua osis Hanyang, kau tak mengenalnya?”
Tanya balik Haeun.
“Ah pantas nama itu seperti
tak asing. Aku sering mendengar namanya tapi tak sempat bertemu dengannya. Ah
sebentar.” Ucap Jin terpotong karena hand phone-nya bergetar.
“Kau bisa datang ke- Seoul?
Ibu bilang dua minggu ini kau libur. Sekarang aku tinggal di rumah Taehyung,
hanya berdua. Ibu-ku dan ayah-nya pergi honeymoon ke-Jepang. Kumohon aku akan
membelikanmu ice cream kesukaanmu asalkan kau datang ke-Seoul. Yak kau
mendengarkan aku kan?” cerocos orang disebrang sana.
“Aku tidak bisa! Aku sedang
kencan dengan kekasihku. Dan sejak kapan aku suka ice cream Lee Hyunjie?” Jawab
Seokjin ketus.
“Mwo? Ya Tuhan sunbae maafkan
aku. Aku pikir ini nomor Jungkook, sekali lagi maaf aku sudah mengganggu
kencanmu. Aku tutup.” Sesal Hyunjie.
BIP~~
“Hyunjie adik kelasmu? Ada
apa oppa?” Tanya Haeun.
“Hanya salah menelpon
orang. Mungkin karena sedang panik dtinggal berdua dengan seorang pria. Sudahlah
dia memang seperti itu, ayo makan!” ajak Seokjin. Haeun hanya mengangguukkan
kepalanya lalu mulai memasukkan makanan yang mereka pesan kedalam mulutnya.
***
@Taehyung House
23.49 KST
Hyunjie baru saja terjaga.
Setelah insiden salah menelpon ia benar-benar kacau. Mau bilang apa dia jika
bertemu dengan Seokjin? Terlebih waktu menelpon-nya itu menganggu kencan sunbae
tersayang-nya itu. Sementara Taehyung yang tidur di sofa kamarnya sudah
tertidur pulas sejak beberapa ja yang lalu.
Baby baby 그대는, Caramel macchiato
여전히 내 입가엔 그대 향이 달콤
Baby baby tonight~
Baby baby 그대는, Caffé latte 향 보다
포근했던 그 느낌 기억하고 있나요
Baby baby tonight~
Nada tanda panggilan masuk
hand-phone Hyunjie tiba-tiba menggema dikeheninga malam. Hyunjie yang memang
benar-benar baru terjaga segera bangkit mencari ponse-nya.
“Cepat bukakan pintu! Atau malam
ini juga aku pulang lagi ke-Busan! Kuhitung sampai sepuluh, satu, dua,” suara
seseorang disebrang sana. Hyunjie yang dalam keadaan setengah sadar berlari
keluar kamar setelah mendengar kata Busan.
Ceklek~~
“Kau telat 17 detik nuna!
Aku benar-benar lelah dimana kamarku?” cerocos sepupu tersayang Hyunjie.
“Ttorawa!” Ucap Hyunjie
berjalan menuju kamarnya, tidak lebih teptnya kamar Taehyung.
“Kau berubah! Sekarang
bukan bibi cerewet lagi! Wae?” Tanya si Jeon seraya mengekor dibelakang
bibi-nya itu.
“Aku baru saja tidur dan
kau? Jangan berisik dia sudah tidur, kau tidur denganku.” Perintah Hyunjie.
To Be Continue~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar