22 November 2015

[CHAPTER] Another Love Pt.4

Author             : Lee Hyun Jie
Tittle                : Another Love
Genre             : School Life, Friendship, Family
Length             : Chapter
Cast                 :
©    Lee Hyunjie [OC]
©    Min Yoongi
©    Kim Taehyung
©    Park Minhwa [OC]
©    Kim Seokjin
©    Seo Haeun [OC]
©    Jeon Jungkook [Cameo]


Warning ! Typo is my style :D

Happy Reading ^_~

Chapter 4

“Disaat kenyataan tak sesuai harapan”

~When the story is began~

Tidak ada yang istimewa selain mendapatkan hukuman dari Mrs. Jung yang dikenal sebagai caplin-nya Hanyang High School. Begitupun yang dirasakan dua pasang anak adam dan hawa ini. Bukannya mengerjakan hukuman mereka yang memang tidak sedikit, Yoongi dan Hyunjie tidak henti-hentinya berperang mulut. Menyalahkan satu sama lain tentang siapa yang mengakibatkan mereka berdua tertahan di kamar mandi yang lumayan kotor ini.

“Baiklah aku yang membersihkan kamar mandi, kau yang membersihkan lorong depan.” Akhir perang mulut mereka yang diucapkan si pria bermulut tajam Min Yoongi. Sementara Hyunjie berlalu menuju lorong depan. Setidaknya lorong lebih baik dapari pada kamar mandi, pikir Hyunjie.

Lee Hyunjie pov*

Kulirik jarum jam yang bergerak melingkar dipergelangan tangan kiriku. Hampir pukul empat sore, dan hukumanku belum kukerjakan sama sekali. Dengan langkah gontai aku berjalan kearah backpack yang kuletakan disalah satu kursi panjang yang berjejer didepan kelas. Segera kuambil ponselku. Ada pesan dari Ibu dan Taehyung.

Ra-ya! Kenapa kau belum pulang? Taehyung sudah sampai rumah beberapa jam yang lalu. Kau tak ingin melihat ibu sebelum pergi? 30 menit lagi Ibu dan Ayah Taehyung akan pergi ke Bandara. Kami akan berlibur ke Jepang. –-Ibu-

“Ck sudah tua masih sempat-sempatnya melakukan bulan madu.” Gerutuku tak jelas setelah membaca pesan singkat yang Ibu kirimkan. Segera kubuka pesan singkat yang dikirimkan Taehyung.

kau dimana? Ibu terus bertanya padaku tentangmu. Segeralah pulang mereka akan berangkat petang ini. –-Taehyungie-

Beberapa kali kuhembusakan nafasku dengan kasar. Bergantian menatap ponselku dan lap pel yang sudah kucelupkan kedalam ember berwarna biru. Setelah menghitung kancing seragamku akhirnya kuputuskan mengambil lap pel dan mulai mengerjakan hukuman Mrs. Jung.


“Andai saja pria itu tidak melakukan hal bodoh tadi pagi, mungkin tubuhku ini sudah berbaring diatas kasur empuk milik Taehyung itu.” Ucapku.


****
*Author Pov*

@Incheon Airport
16.30 KST

Kim Taehyung tersenyum melambaikan tangan pada Ayahnya dan Ibu Hyunjie. Tinggal 5 menit lagi pesawat mereka take off dan Hyunjie masih belum menampakkann batang hidungnya sama sekali. Bahkan pesan singkat yang dikirinkannya tidak dibalas sama sekali.

“Ibu titip Hyunjie ya! Jaga dia baik-baik. Pukul saja jika dia berbuat nakal. Aro?” pesan Ibu Hyunjie pada Taehyung. sementara orang yang yang diajak bicara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kami pergi. Jaga adikmu baik-baik Taehyung. Jangan bergadang itu tak baik untuk kesehatanmu.” Tambah tuan Kim ayah Taehyung.

“Nde abeoji.” Jawab Taehyung singkat.”Gadis itu apa masih disekolah?” tambahnya dalam hati.


***

@Hanyang High School
16.15 KST

“Arasseo! Aku pulang sekarang.” Ucap Yoongi mengakhiri panggilan telepon ibunya.

“Hey kau! Aish jinja! Bisakah kau menunggu lantainya kering dulu hah?” teriak Hyunjie seraya berkaca pinggang.

“Aku buru-buru! Kau pel saja lagi lantainya. Dan selamat bersenang-senang gadis  aneh!” Yoongi melambaikan tangannya didepan muka Hyunjie tak lupa smirk yang terukir dibibir merah mudanya. Namun tanpa diduganyanya Hyunjie memalangkan gagang pel yang dipegannya sehingga Yoongi terhuyung kebelakang. Bukan Min Yoongi jika tidak bisa membalas perbuatan Hyunjie, sebelum punggungnya benar-benar mendarat dilantai yang masih basah tangan kanannya menarik Hyunjie. Alhasil Hyunjie ikut terjatuh tapi diatas tubuh Yoongi.

“Ya! Apa yang kau lakukan bodoh?” protes Hyunjie tak terima. Sementara Yoongi diam membisu. Bahkan matanya pun tak berkedip memandang objek didepannya. Dua buah bola mata Hyunjie yang berwarna hitam kelam namun  menyimpan sejuta ketenangan bagi yang memandangnya.

“Ketua Osis! Apa kau gila! Cepat lepaskan tanganmu!” teriak Hyunjie. Yoongi tersadar lalu memalingkan mukanya. Mengatur nafas lalu kembali mengukir evil smile diwajahnya.

“Jika aku tak mau kau mau berbuat apa nona Lee?” ancam Yoongi dengan nada yang dibuat-buat. Tangannya bergerak menyikap rambut Hyunjie yang menghalangi wajahnya.

“Jangan macam-macan Yoongi-ssi! Aku bisa berteriak.” Ucap Hyunjie lirih.

“Bisa juga kau menyebut namaku? Kau mau berteriak? Disini hanya ada kau dan aku nona Lee! Kita berdua?” jelas Yoongi dengan penuh penekanan di kaliamat terakhirnya. “Dan masih bisakah kau berteriak jika aku…”


***

Taehyung baru saja memarkirkan motornya. Bukan di garasi rumahanya melainkan parkiran sekolah. Disana masih ada mobil Yoongi ia yakin jika Hyunjie juga masih ada di sekolah. Segera setelah mengunci leher motornya ia menelusuri setiap sudut sekolah.

“Kau dimana sih?” gerutu Taehyung pada layar handphonenya. Ia memasang wallpaper selca mereka berdua yang diambil saat liburan musim panas tahun lalu.

Kembali kakinya melangkah kearah tangga seraya menempelkan handphone-nya di telinga kanan. Berusaha menghubungi Hyunjie yang tak kunjung mengangkat panggilannya. Tapi saat hendak menaiki tangga tak sengaja Taehyung menoleh kearah samping tangga. Ia mendengar dering panggilan handphone Hyunjie. Lagu Coffee Latte milik Urban Zakapa.

Dengan hati-hati Taehyung melangkahkan kakinya kearah sumber suara. Menelusuri setiap sudut koridor yang sepi. Ternyata benar dugaannya Hyunjie masih ada disekolah bersama Yoongi.

“Shit kenapa kau kemari Kim Taehyung!” desis Taehyung.

Dengan sisa tenaga yang dimilikinya Hyunjie berusaha melepaskan pelukan Yoongi. Tapi seberapa besarpun kekuatan Hyunjie dia hanya seorang perempuan dan Yoongi adalah seorang laki-laki. Tak kehabisan akal Hyunjie menjambak rambut Yoongi hingga tautan mereka terlepas dan pelukan Yoongi melonggar. Tak menyia-nyiakan kesempatan segera ia berdiri lalu membenahi bajunya. Yoongi juga ikut berdiri seraya memegang kepalanya yang berdenyut-denyut.

“Kau! Aku sangat membencimu Min Yoongi.” Umpat Hyunjie yang terdengar seperti bisikan dengan tatapan penuh kebencian. Yoongi menyeringai. Smirk-nya kembali menghiasi wajah tampannya.

“Aku juga mencintaimu Lee Hyunjie. Jadi mari kita menjalaninya dengan penuh cinta. Mulai detik ini kau telah resmi menjadi kekasih seorang Min Yoongi.” Hyunjie melongo. Ia sadar barusan ia mengucapkan membenci laki-laki yang berdiri didepannya. Apa Yoongi gila? pikirnya

“Mwo?” hanya itu yang keluar dari mulut Hyunjie.

KREEK~~

“Ah maaf aku akan segera pergi.” Sesal Taehyung.Ia ,menggaruk tengkuknya, bagaimanapun ketahuan mengintip orang yang sedang pacaran itu memalukan. Ia tak sengaja menginjak botol minuman. Hingga Yoongi dan Hyunjie menengok kearahnya.

“Tunggu! Kau mau kemana? Kemarilah kami punya kabar baik. Bukankah kalian berteman baik? Aku dan teman baikmu ini telah resmi berpacaran.” Cegah Yoongi. Ia merangkul pundak Hyunjie. Mau tak mau Taehyung mendekat kearah mereka.

“Selamat atas hubungan kalian. Aku ikut senang mendengarnya. Hyunjie ibumu bilang~” ucap Taehyung terpotong.

“Aku tahu. Jangan bicara lagi. Ayo antarkan aku pulang.” Potong Hyunjie. Ia berjalan mengambil bag pack yang disimpannya di kursi koridor.

“Kau tidak pulang dengan Yoongi hyung?” Tanya Taehyung. Bukannya orang yang sudah berpacaran selalu pulang bersama kekasihnya?

“Aku ada urusan lain. Jadi Hyunjie pulang saja denganmu. Taehyung aku titip pacarku ya!” Yoongi mengacak rambut Hyunjie. 

“Cih! Jangan dengarkan orang gila ini Taehyung! ayo kita pulang! Aku benar-benar lelah.” Hyunjie merangkul tangan kanan Taehyung.


***

@Mozart Café
17.40 KST

Seokjin masih sibuk memperhatikan mimik muka gadis yang duduk dihadapannya. Sedari tadi Haeun memasang wajah yang menurut Seokjin tengah gelisah. Bahkan selama lebih dari 20 menit mereka duduk berhadapan tak  da seorang pun yang membuka pembicaraan.

“Wae? Kau mau pesan apa?” Tanya Seokjin.

“Oppa! Aku mau bilang sesuatu, tapi kau jangan marah ya!” ucap Haeun dengan ragu. Sementara Seokjin hanya menjawab dengan anggukkan saja.

“Saat kau pergi ke pesta pernikahan teman ibumu itu. A-aku ke café ini bersama dengan Yoongi. Tapi kami hanya makan kok setelah itu aku pulang kerumahku dan dia pulang kerumahnya.”

“Mwo? Jadi karena itu? Aigo Haeun-ah aku tidak akan melarangmu pergi bersama pria lain, asalkan kau tahu batasannya. Aro? Lagian siapa sih Yoongi itu?” Tanya Seokjin penasaran.

“Yoongi? Dia teman SMP-ku oppa. Kami hanya berteman. Dia itu ketua osis Hanyang, kau tak mengenalnya?” Tanya balik Haeun.

“Ah pantas nama itu seperti tak asing. Aku sering mendengar namanya tapi tak sempat bertemu dengannya. Ah sebentar.” Ucap Jin terpotong karena hand phone-nya bergetar.

“Kau bisa datang ke- Seoul? Ibu bilang dua minggu ini kau libur. Sekarang aku tinggal di rumah Taehyung, hanya berdua. Ibu-ku dan ayah-nya pergi honeymoon ke-Jepang. Kumohon aku akan membelikanmu ice cream kesukaanmu asalkan kau datang ke-Seoul. Yak kau mendengarkan aku kan?” cerocos orang disebrang sana.

“Aku tidak bisa! Aku sedang kencan dengan kekasihku. Dan sejak kapan aku suka ice cream Lee Hyunjie?” Jawab Seokjin ketus.

“Mwo? Ya Tuhan sunbae maafkan aku. Aku pikir ini nomor Jungkook, sekali lagi maaf aku sudah mengganggu kencanmu. Aku tutup.”  Sesal Hyunjie.

BIP~~

“Hyunjie adik kelasmu? Ada apa oppa?” Tanya Haeun.

“Hanya salah menelpon orang. Mungkin karena sedang panik dtinggal berdua dengan seorang pria. Sudahlah dia memang seperti itu, ayo makan!” ajak Seokjin. Haeun hanya mengangguukkan kepalanya lalu mulai memasukkan makanan yang mereka pesan kedalam mulutnya.


***

@Taehyung House
23.49 KST

Hyunjie baru saja terjaga. Setelah insiden salah menelpon ia benar-benar kacau. Mau bilang apa dia jika bertemu dengan Seokjin? Terlebih waktu menelpon-nya itu menganggu kencan sunbae tersayang-nya itu. Sementara Taehyung yang tidur di sofa kamarnya sudah tertidur pulas sejak beberapa ja yang lalu.

    
Baby baby 그대는, Caramel macchiato
여전히 입가엔 그대 향이 달콤
Baby baby tonight~
Baby baby 그대는, Caffé latte 보다
포근했던 느낌 기억하고 있나요
Baby baby tonight~

Nada tanda panggilan masuk hand-phone Hyunjie tiba-tiba menggema dikeheninga malam. Hyunjie yang memang benar-benar baru terjaga segera bangkit mencari ponse-nya.

“Cepat bukakan pintu! Atau malam ini juga aku pulang lagi ke-Busan! Kuhitung sampai sepuluh, satu, dua,” suara seseorang disebrang sana. Hyunjie yang dalam keadaan setengah sadar berlari keluar kamar setelah mendengar kata Busan.

Ceklek~~

“Kau telat 17 detik nuna! Aku benar-benar lelah dimana kamarku?” cerocos sepupu tersayang Hyunjie.

“Ttorawa!” Ucap Hyunjie berjalan menuju kamarnya, tidak lebih teptnya kamar Taehyung.

“Kau berubah! Sekarang bukan bibi cerewet lagi! Wae?” Tanya si Jeon seraya mengekor dibelakang bibi-nya itu.

“Aku baru saja tidur dan kau? Jangan berisik dia sudah tidur, kau tidur denganku.” Perintah Hyunjie.

To Be Continue~





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers

Thanks For Visiting :)

Thanks For Visiting :)
From BTS